Malang – Departemen Sastra Arab, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM), sukses menggelar International Student Conference on Arabic Language Teaching (ISCALT) 2025 pada Minggu, 7 September 2025, bertempat di AVA. Acara tahunan bergengsi ini dihadiri ratusan peserta dari dalam dan luar negeri serta berlangsung dengan penuh antusiasme.

Konferensi tahun ini dikemas dalam dua rangkaian utama, yakni room paralel dan sidang pleno. Format tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi secara interaktif sekaligus menyimak paparan ilmiah dari para pakar yang hadir. Suasana akademik yang dinamis tampak jelas dalam setiap sesi, di mana mahasiswa dan akademisi saling bertukar ide mengenai pengembangan pembelajaran bahasa Arab.
Dalam sidang pleno, tiga akademisi dunia menjadi sorotan utama. Prof. Dr. Ayman M. Abdul Qadir Al-Syeikh dari University of The Holy Quran and Islamic Sciences, Sudan, menyampaikan pandangannya tentang dinamika pembelajaran bahasa Arab di kawasan Afrika dan Timur Tengah. Dr. Sa’id Ardif dari Université Mohammed Premier, Oudja, Maroko, menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam menghadapi tantangan globalisasi pendidikan. Sementara itu, Dr. Faris Khoirul Anam, Lc., M.H.I dari Universitas Negeri Malang memberikan perspektif lokal dengan menekankan strategi inovatif yang relevan untuk konteks pendidikan di Indonesia.
Kehadiran ketiga pemateri tersebut memberikan warna tersendiri bagi ISCALT 2025. Perspektif lintas negara yang mereka tawarkan tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pengajaran bahasa Arab.
Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa ISCALT tahun ini berhasil menjadi ajang pertemuan penting bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi pendidikan bahasa Arab. Selain memperkuat jejaring akademik internasional, konferensi ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kajian linguistik dan metodologi pembelajaran bahasa Arab di kancah global.
Dengan suksesnya penyelenggaraan ISCALT 2025, Malang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan studi bahasa Arab internasional. Harapan besar pun disematkan agar ISCALT di tahun-tahun mendatang dapat terus menghadirkan gagasan baru sekaligus memperluas dampaknya bagi dunia pendidikan.
